Oleh
Silviana
Novianti (B94219097)
Sofia Riskiyatul Aisyah (B94219098)
Kelas D3
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN AMPELSURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT. yang
telah memberi nikmat, kesempatan untuk mengerjakan tugas ini, solawat dan salam
tidak lupa kami panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Terima kasih kepada Prof.
Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan ibu Ati’ Nursyafa’ah, M. Kom.I serta ibu Baiti
Rahmawati, S.Sos yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk
mengerjakan tugas ini.
Saya berharap buku ini bisa
memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan dakwah islam dimasa
mendatang, dan mampu memicu pembacanya untuk melakukan dakwah dengan baik.
Surabaya, 19 September
2019
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR......................................................... i
DAFTAR
ISI....................................................................... ii
BAB
I PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Dakwah........... ..............................1
B. Jenis-jenis Media Dakwah........... ..............................5
C. Pemilihan Media Dakwah............ ..............................31
BAB II PENUTUP
Kesimpulan.................................. ..............................33
DAFTAR
PUSTAKA............................. ..............................34
BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Dakwah
Kata
media,berasal dari kata latin,median,yang merupakan bentuk jamak dari medium
secara etimologi yang berarti alat perantara.
Secara
umum dipahami bahwa istilah media mencakup sarana komunikasi seperti pers,media
penyiaran(broadcasting), dan sinema. Namun, terdapat rentang media yang luas
mencakup berbagai jenis hiburan(entertaiment) dan informasi untuk audiens yang
besar majalah atau industri musik. Terdapat juga industri yang mendukung
berbagai aktivitas media, bahkan jika industri-industri tersebut tidak
berkomunikasi secara langsng dengan publik : pers association men suplay berita,
screen service membuat ulasan untuk film, Gallup menyediakan riset pasar.[1]
Kemudian terdapat industri telekomunikasi yang membawa materi untuk media –
kabel atau satelit. Untuk maksud–maksud itu,akan
diasumsikan bahwa media merujuk pada berbagai institusi atau bisnis yang
berkomunikasi dengan para audiens,terutama dalam menyediakan pengisi waktu
luang(Burton, 2012:9-10)

Siapakah
yang
lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal saleh, dan berkata : “sesungguhnya aku termasuk orang-orang
yang menyerah diri?” (Q.S Fussilat ayat 33 )
Istilah
media berlaku pada produk – produk informasi dan hiburan dari industri –
indusrti media, begitu juga contoh – contoh telekomunikasi yang membantu
membawakan produk – produk tersebut kepada kita[2].
Terdapat berbagai ide tentang apakah sejarah media itu dan bagaimana
mendekatinya. Untuk memahami media dan perkembangannya,kita perlu menggunakan
kata – kata kunci dan memahami bagaimana mereka berkaitan dengan isu – isu
tentang pengaruh dan konstuksi media.
Terdapat
berbagai pendekatan kritis terhadap kajian media dalam perkembangan kritik
media. Pendekatan – pendekatan ini secara bervariasi memberikan tekanan kepada
pemahaman terhadap bisnis dan produsen media, kepada teks – teks media dan
konstruksinya, dan kepada para audiens media dan konteks sosial.
Secara
lebih spesifik,yang dimaksud dengan media adalah alat-alat fisik yang
menjelaskan isi pesan atau pengajaran,seperti buku,film,video,dan sebagainya.
Lebih
lengkapnya media dakwah dapat dikemukakan dari beberapa ahli yaitu sebagai
berikut:
1. Asmuni syukir (1992:163), media dakwah adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentukan[3].
2. Wardi bachtiar (1997:35), media dakwah
adalah peralatan yang di gunakan untuk menyampaikan materi dakwah.
3. A. Hasjmy (1974:269), menyamakan media dakwah dengan sarana dakwah
dan menyamakan alat dakwah dengan medan dakwah.
4. Hamzah Ya’qub (1992:47), media dakwah
ialah alat objektif yang menjadi saluran yang menghubungkan ide dengan umat.
Beliau membagi sarana dakwah menjadi 5 macam, yaitu: Lisan, tulisan, lukisan,
audiovisual, dan akhlak
5. M.Munir dan Wahyu Ilaihi (2006:32), wasilah
(media) dakwah adalah alat yang di gunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran
islam) kepada mad’u (penerima dakwah)[4]
Dari beberapa pengertian atau definisi
diatas dapat diambil kesimpulan bahawa pengertian media dakwah adalah alat atau
cara ataupun perantara yang digunakan untuk menyampaikan sebuah dakwah ke
masyarakat luas. Pengunaaan media dakwah yang tepat dapat menghasilkan dakwah
yang sangat efektif. Penggunaaan media dakwah dengan menggunakan alat alat
modern dapat mengmbangkan dakwah sebagai dakwah yang sangat inofatif dan
menarik. Dan dapat menarik masyarakat luas untuk ikut menyebarkan dakwah
tersebut.
Media-media
yang dapat digunakan dalam aktifitas dakwah antara lain : media-media
tradisional,media-media cetak, media broadcasting, media film, media
audio-visual, internet, maupun media elektronik lainnya.
B. Jenis-Jenis Media
Dakwah
Banyak alat yang bisa dijadikan media dakwah. Secara
lebih luas, dapat dikatakan bahwa alat komunikasi apapun yang halal bisa digunakan
sebagai media dakwah. Alat tersebut dapat dikatakan sebagai media dakwah bila
ditujukan untuk berdakwah. Semua alat itu tergantung dari tujuannya. Ada
beberapa pendapat tentang media dakwah dan jenis – jenisnya, antara lain :
1.
A.Hasjmy
menyebutkan media dakwah dan sarana dakwah atau alat dakwah dan medan dakwah
ada 6 macam, yaitu : mimbar (podium) dan khitkhabah (pidato atau ceramah);
qalam (pena) dan kitabah (tulisan); masrah (pementasan) dan malhamah (drama);
seni suara dan bahasa; madrasah dan daya (surau); serta lingkungan kerja dan
usaha(1974:269-270).
2.
Abdul
kadir Munsyi (1981:41-43) mencatat 6 jenis media dakwah: lisan, tulisan,
lukisan atau gambaran, audio visual, perbuatan dan organisasi.
3.
Asmuni
Syukir (1983:168-179) juga mengelompokkan media dakwah menjadi 6 macam, yaitu:
lembaga –lembaga pendidikan formal, lingkungan keluarga, organisasi-organisasi
islam, hari-hari besar islam, media masa dan seni budaya.
4. Hamzah Ya’qub (1992:47-48) menyebut 5
macam media dan metode dakwah, yaitu lisan, tulisan, lukisan, audio visual, dan
akhlak. Ia menyamakan media dan metode dakwah. Klasifikasi ini juga dikutip
oleh M.Munir dan Wahyu Ilaihi(2006:32)
Dan
dari beberapa defini diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa banyak sekali
media atau perantara yang dapat digunakan untuk menyampaikan sebuah dakwah.
Untuk dakwah itu sendiri banyak juga harus banyak faktor pendukung agar dakwah
tersebut dapat tersampaikan kepada pendengar dengan baik. Sebagai seorang
pendakwah sendiri, para pendakwah juga wajib untuk memperhatikan penampilannya
disaat menyampaikan dakwahnya, karena seorang audiens atau pendengar biasanya
sangat memperhatikan penampilan pendakwah tersebut, dan bukan haya soal pakaian
saja, seorang pendakwah juga harus mempunyai cara untuk menyampaikan dakwah
tersebut dengan menarik agar para audiens tidak merasa bosan saat mendengarkan pendakwah
tersebut. Maka dari itu seorang pendakwah
juga harus memperhatikan intonasi suarnya saat menyampaikan dakwah. Dan
juga para pendakwah harus bisa menguasai ruangan yang akan digunakan untuk
dakwah tersebut. Sehingga ia tidak akan merasa gugup untuk bergerak kesana
kemari, dan para pendengar tidak akan bosan sangat mendengarkan ceramah.
Menjadi seorang pendakwah juga harus bisa berinteraksi dengan para audiens.
Jadi untuk sebuah keberhasilan dakwah tidak hanya terletak pada media dakwah
saja, tetapi seorang pendakwah juga mempunyai peran yang sangat besar untuk
keberhasilan dakwah itu sendiri.
Secara
umum media-media benda yang dapat
digunakan sebagai media dakwah dapat dikelompokan : Media visual, media audio,
media audio visual, media cetak / massa, media tradisional
Ø Media Visual
Media visual yang dimaksud adalah bahan
atau alat yang dapat dioperasikan untuk kepentingan dakwah melalui indera
penglihatan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah seperti film
slide, overhead proyektor (OHP), novel, internet, majalah pop dan lain sebagainya.
1. Media film slide
Media
film slide atau yang biasa kita sebut LCD merupakan rekaman gambar pada film
yang sudah di program sedemikian rupa sehingga hasilnya sesuai dengan apa yang
telah kita inginkan. Pengoprasian film melaliu proyektor film slide yang
kemudian gambarnya di proyeksikan pada screen (layar).[5]
Adapun
kelebihan media ini adalah mampu memberikan gambaran yang jelas kepada audien
tentang informasi yang di sampaikan seorang juru dakwah.misalnya seorang dai
menjelaskan bagaimana cara melakukan thaharah melalui film slide yang telah di
siapkan, da’i akan mudah menjelaskan tata cara thaharah tersebut begitu juga pendengar
akan mudah menerima penjelasan dari da’i tersebut karena LCD cukup mampu
menjelaskan dengan tepat. Disamping itu, film slide juga mempunyai kelebihan,
yakni dapat dipakai berulang-ulang sejauh programnya sesuai yang diinginkan.
2.
Overhead Proyektor (OHP)
Merupakan
perangkat keras yang dapat memproyeksikan program kedalam screen dari program
yang sudah disiapkan melalui plastik transparan. Dengan menggunakan
tranparansi, seorang penceramah dapat secara langsung menggambarkan apa yang
dapat dijelaskan atau mengoperasiakan transparansi yang telah disiapkan
sebelumnya.Program ini dapat di susun se artistik mungkin sehingga dapat
menarik perhatian audien.[6]kelebihan
media OHP ini terdapat kelemahannya yaitu penceramah harus memerlukan ruangan
khusus yang beraliran listrik dan juga seorang penceramah di tuntut
kekreatifitasannya dalam mengungkapkan atau menyampaikan informasi yang
menarik.
3. Novel
Novel
merupakan karya sastra berupa cerita pendek yang sekaligus bisa disebut fiksi.
Bahkan dala perkembangannya novel bersinonim dengan fiksi. Oleh karena itu,
novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, nenyajikan sesuatu secara
banyak, lebih rinci,lebih detail, dan lebih banyak melibatkan permasalahan yang
lebtih kompleks. Sehingga pada zaman ini para penceramah bisa menjangkau anak
muda untuk mengikuti dakwahnya dengan menggunakan novel. Dengan novel,para
penceramah bisa menuangkan segala pemikiranya tentang dakwah lewat tulisan dan
nantinya akan dibukukan menjadi sebuah novel.
4.
Internet
Internet
berasal dari kepanjanjangan International Connection Networking. International
berarti global atau seluruh dunia; connection berarti hubungan komunikasi, dan
networking berarti jaringan. Dengan demikian, internet adalah suatu sistem
jaringan komunikasi (berjuta komputer) yang terhubung diseluruh dunia.[7]
Tidak
dapat dipungkiri seseorang yang hidup di dunia saat ini tidak bisa lepas dari
Internet. Di era globalisasi ini internet merupakan sebuah kebutuhan utama bagi
manusia. Perkembangan teknologi sekarang bahkan berkembang sangat pesat dan
semakin canggih. Para ilmuwan dunia berlomba-lomba untuk mengupdate sbuah
internet menjadi sebuah internet yang lebih canggih. Bahkan untuk saat ini,
didaerah pelosok pun dapat dijangkau oleh internet.
1. Majalah Pop
Majalah
memiliki peran sentral dalam penyampaian nilai- nilai islam dengan memadukan
dua pendekatan sekaligus; pendekatan tulisan dan visual[8].
Majalah pop tentang dunia remaja sementara ini masih mendominasi liputan-
liputan dan dirancang untuk dunianya. Persoalan ciu sistenta, konsumsi,
fashion, dan fenimisme merupakan topik – topik yang paling diminati. Angela
McRobbie mengidentifikasi empat strategi mengapa majalah remaja memiliki daya
tarik. Keempat strategi tersebut, yaitu 1) kode roman atau percintaan; 2) kode
kehidupan personal atau domestik; 3) kode fashion dan kecantikan; dan 4) kode
musik pop (McRobbie dalam Aripudin,2013:40)
Saat
ini banyak majalah yang menyuguhkan fashion muslim dan atribut- atribut lain
yang sesuai dengan syariah. Misalnya, majalah Aulia dan Paras yang beritanya
banyak didominasi pada dunia fashion islami. Perihal penyampaian pesan- pesan
islam memalui majalah, pertama- tama yang harus diperhatikan, berkaca pada
majalah- majalah sebagaimana tersebut dimuka adalah bagaimana memposisikan
pesan – pesan islam memasuki segmen- segmen pasar itu. Bagaimana remaja sholeha
misalnya, tidak hanya kata- kata yang keluar dari mulut, apalagi mulutnya bau,
tapi terpampang dalam majalah dalam bentuk visual. Kata Saleh tidak hanya
terpampang dalam kitab- kitab kuning atau Qur’an yang suci, tetapi terpampang
dalam majalah yang putih, juga berwarna dan “tidak suci” sehingga mudah
disentuh oleh siapa saja. Strategi dakwah demikian bukan saja makin
mengakrabkan dunia islam dengan dunia manusiawi, lebih dari itu, islam memang
harus membumi aktualisasi islam sebagai rahmat bagi semesta alam..
Ø Media Audio
Media audio dalam dakwah adalah alat-alat
yang dapat dioperasikan sebagai sarana penunjang kegiatan dakwah yang ditangkap
melalui indra pendengaran.[9]
Media audio sudah biasa digunakan orang untuk berbagai kegiatan secara efektif.
Media audio ini cukup tinggi efektivitasnya dalam penyebaran informasi,
terlebih lagi untuk media audio yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dua
arah, seperti telepon/ handphone. Dengan media audio komunikasi dapat berlangsung tanpa
batas jarak.
اأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالَاتَقُولُوارَاعِنَاوَقُولُواانْظُرْنَاوَاسْمَعُواۗوَلِلْكَافِرِينَعَذَابٌأَلِيمٌ
Wahai
orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan Ra'ina, tetapi katakanlah,
\"Unzurna,\" dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat
azab yang pedih (Q.S Al-Baqarah : 104)
Macam-macam media audio:
1. Radio
Pada
tahun 1885 Gueglielmo Marconi yang lahir Bologna Italia menemukan adanya
gelombang elektro magnetik yang tidak tampak oleh mata dan bergerak melalui
udara dengan kecepatan suara[10].
Gelombang tersebut kemudian di manfaatkannya untuk mengirim tanda- tanda
melintasi jarak jauh tanpa harus melalui saluran kawat atau kabel. Lahirlah
kemudian sebuah media yang kemudian dikenal dengan nama radio.
Dalam
melaksanakan dakwah, penggunaan radio sangatlah efektif dan efisien. Melalui
radio suara dapat dipancarkan ke berbagai daerah yang jaraknya tidak terbatas.
Jika dakwah dilakukan melalui siaran radio dia akan mudah dan praktis, dengan
demikian, dakwah akan mampu menjangkau jarak komunikan yang jauh dan tersebar.
Efektivitas dan efisiensi ini juga akan terdukung jika seorang da’i mampu
memodifikasi dakwah dalam metode yang cocok dengan situasi dan kondisi siaran,
apakah melalui metode cerawah, sandiwara radio, melalui forum tanya jawab atau
bentuk- bentuk siaran lainnya. Dan untuk saat ini sudah banyak radio radio yang
berbasis islam dan menyebarkan kebaikan melalui radio, serta sudah banyak pula
radio yang menyebarkan dakwah, seperti misalnya radio As-Syafi’iyah, radio
At-Tahiriyyah di Jakarta, radio MQ FM di Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung,
dan lain-lain.
2.
Tape Recorder
Tape Recorder adalah media
elektronik yang berfungsi merekam suara kedalam pita kaset dan dari pita kaset
dapat diulangkembali dalam bentuk pita suara. Tape recorder membawa pengaruh
bessr di dalam dunia penceramahan, karen seorang da’i atau penceramah bisa
lebih efisien dan praktis untuk menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat luas.
Dengan mnggunakan Tape Recorder para da’i dapat merekam dakwahnya dalam keadan
lengkap dan utuh serta rekaman tersebut dapat di playback se senang hati dan
sesuai kebutuhan. Dan dengan Tape recorder rekaman tersebut dapat diproduksi
dalam jumlah yang banyak.
Kelebihan
dakwah melalui pita kaset tape recorder adalah biaya murah dan dapat disiarkan
ulang kapan saja sesuai kebutuhan. Seorang da’i dengan menggunakan pita kaset
juga dapat merekam program dakwahnya disuatu tempat dan hasil rekamannya dapat
disebarkan pada kesempatan lain dan seterusnya. Disamping itu, dengan rekaman
pita kaset itu seorang da’i dapt melakukan kreasi dan inovasi dalam menyusun
rekaman pita kaset ke berbagai bentuk serial misalnya seri sandiwara, drama
radio, ceramah, tanya jawab agama, bahkan lagu – lagu religius, dan sebagainya.
Kekurangan
dakwah melalui piat kaset tape recorder adalah dalam suatu rekaman,sulit
menentukan lokasi suatu pesan atau informasi. Jika pesan atau informasi berada
ditengah – tengah,maka akan memakan waktu yang lama untuk menemukannya,juga
kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam – macam menimbulkan
kesuliatn untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam
yang berbeda dengannya.
3. Musik
Pada
awal era kejayaan islam, telah lahir tokoh besar yang berkembang pada seni musik. Para ilmuwan muslim
sudah menjadikan musik sebagai salah satu alternatif atau media
pengobatan. Kegemilangan
peradaban Islam ditandai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan, dan kebudayaan.
Sejarah membuktikan
bahwa music selama
ini dikenal music
Islam ternyata
tidak hanya murni berasal dari Arab. Kesenian ini lahir dari keraifan umat
islam terdahulu yang mengolaborasikan music-musik dari Arab, Persia, India
danYunani, sekolah–sekolah musik didirikan oleh kesultanan diberbagai kota dan daerah,
baik sekolah tingkat menengah maupun sekolah tinggi. Sekolah musik yang bagus dan berkualitas tinngi
adalah yang didirikan oleh Said Abdul Mu’min (wafat
tahun 1294 M).
Pada masa saat ini
di Indonesia, musik dangdut yang
dibawakan oleh Rhoma Irama yang memang banyak disukai di kalangan masyarakat baik
muda maupun tua, disertai dengan pesan dakwah yang tersirat dalam musik
tersebut. Itu terlihat dari lirik dan
syair Rhoma yang memang secara gamblang mengajak pendengar pada sebuah kesadaran sebagai
pesan moral dan ungkapan nurani yang bertanggung jawab
untuk lebih mendalami Islam. Dengan
demikian, sesungguhnya umat Islam juga harus memiliki pilihan budaya, pilihan kesenian serta pilihan musik sendiri, yang tidak hanya sekedar menawarkan keindahan dan percintaannya,
melainkan juga keselamatan dunia akhirat.
Ø Media Audio Visual
Media audio visual adalah media penyampaian
informasi yang dapat menampilkan unsur gambar (visual) dan suara (audio) secara
bersamaan pada saat mengkomunikasikan pesan dan informasi.dakwah dengan media
audio visual merupakan suatu cara penyampaian yang merangsang penglihatan serta
pendengaran audien. Dengan demikian sudah tentu media ini lebih sempurna jika
dibandingkan media audio atau media visual saja. Dengan media ini
kekurangjelasan media audio atau kekurangjelasan media visual dapat diatasi
karena media audio visual dapat menayangkan unsur gerak gambar dan suara.
1.
Televisi
Telivisi
merupakan media audio visual
yang sangat efektif dalam menyebarkan
informasi kepada khalayak atau pemirsa.
Dalam perkembangannya, sekarang ini
televisi sudah sangat memasyarakatkan
sebagaimana halnya radio. Televisi
merupakan media yang efektif
untuk mengumpulkan berbagai
informasi, karena melalui televisi pesan- pesan atau informasi
dapat sampai kepada
audiens dengan jangkauan yang sangat luas. Telivisi merupakan
hasil teknologi elektronik
yang dapat menyiarkan
suatu program dalam bentuk suara sekaligus
gambar dan stasiun
yang
memancarkannya.
Telivisi
sangat efektif untuk
digunakan sebagai media penyimpanan
pesan-pesan dakwah karena
kemampuannya yang dapat menjangkau daerah sangat luas.
Dakwah melalui televisi dapat dilakukan
dengan berbagai cara baik dalam bentuk
ceramah, sandiwara, fragmen ataupun drama. Melalui televisi seorang
pemirsa dapat mengikuti kegiatan
dakwah seakan dia
berada langsung dihadapan
da’i dan bahkan
sekarang sudah banyak siaran
langsung yang dilakukan untuk kepentingan siaran
dakwah.[11]
2. Film atauSinetron
Film
yang
dimaksud adalah media informasi melalui film
suara
sebagaimana diputar di gedung-gedung
bioskop dan yang dapat di operasikan
diluar gedung bioskop,
sejauh tempatnya gelap.
Sedangkan sinetron
adalah media informasi
yang menggunakan sinema
elektronik.
Media film dan sinetron
sebenarnya lebih bersifat entertainment
(hiburan), bahkan bersifat komersial. Akan tetapi, film dan
sinetron juga dapat dipergunakan
sebagai media dakwah. Jika film dan sinetron sebagai media dakwah ,maka hal pertama
yang harus diisi
misi dakwah adalah
naskahnya, kemudian diikuti skenario, shooting dan aktingnya. Memang membutuhkan keseriusan dan waktu yang lama membuat film dan sinetron sebagai media dakwah, karena
disamping prosedur dan prosesnya lama dan harus
professional juga memerlukan
biaya yang cukup lumayan besar.
Kelebihan dari
media
ini
adalah dapat menjangkau
berbagai kalangan, dapat diputar ulang ditempat yang membutuhkan sesuai dengan situasi
dan kondisinya. Kelemahannya adalah biayanya
cukup mahal, prosedur
pembuatannya cukup panjang dan
memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Contoh film sebagai
media dakwah
antara lain, The Message (Ar-risalah), Lion of The Desert, Walisongo, Fatahillah, dan lain-lain. Sedamgkan
sinetron-sinetron yang dapat
disebut sebagai sinetron dakwah antara lain, Do’aku Harapanku, Do’aku Membawa Berkah, dan lain- lain.
3.
Media sosial
Media sosial menjadi
salah satu media yang sangat membantu untuk para pendakwah,khususnya para
pendakwah multimedia, seperti halnya, facebook, instagram, whatsapp, youtube
dan sebagainya[12].
Dengan adanya aplikasi
media sosial, dapat mempermudah bagi para pendakwah untuk membagikan sebuah
pemikirannya kepada khalayak dengan menggunakan sebuah gambar atau video-video
berdurasi untuk direnungkan dan dicerna maknanya. Sehingga kebanyakan dari para
pembaca/ penonton bisa merenungkan apa yang mereka lihat dan mereka baca dalam
aneka macam pesan media berjejaring. Semakin hari, pengguna media akan semakin
meningkat dan pesan-pesan yang disampaikan semakin mendapatkan perhatian
penggunanya.
Umat islam, sebagai
pendakwah baik secara individu maupun komunitas, harus mempergunakan
media-media komunikasi baru sebagai media dakwah. Pesantren Nurul Jadid Paiton
Probolinggo sebagai salah satu organisasi dakwah di Nusantara, ikut andil dalam
rangka eksistensi dan dinamisasi dakwah Islam zaman kekinian. Melalui beragam
kebijakan-kebijakan pesantren dalam semua aspek. Setidaknya, sebagai lembaga
dakwah, pesantren selalu memberikan pesan dakwah ‘amar ma’ruf nahi munkar’
kepada para santri, alumni serta masyarakat sekitar. Salah satunya adalah
pemanfaatan teknologi modern dengan aplikasi media sosial instagram sebagai
tren media dakwah.[13]
Seperti contohnya dalam
Instagram. Dalam era globalisasi ini sudah banyak pendakwah menyiarkan
dakwahnya melalui Instagram, karena anak muda jaman sekarang lebih suka membuka
media sosial seperti instagram. Daripada mendatangi majelis-majelis dakwah.
Sebagai contohnya yaitu Ustad Hanan Attaki, di akun instagram beliau sudah
banyak siaran siaran dakwah tentang anak muda untuk mengajaknya ke dalam hal
yang baik, di akun instagramnya tidak hanya tentang keagamaan saja, tetapi juga
tentang cinta yang sebagaimana disukai oleh kaum muda[14].
Dan bukan itu saja, yagmembuat dakahnya menarik adalah beliau dapat mengemas
dakwah tersebut dengan lagu yang menenangkan serta dengan background yang
kontras, sehingga bisa terlihat lebih menarik. Sehingga para remaja bisa
menikmati dakwah tersebut tanpa rasa bosan. Dan dalam Instagram juga para
muda-mudi bisa menyimpan video dakwah tersebut di akun Intagramnya, sehingga
dapat di putar kapan saja.
Sebagai pendakwah baik
secara individu maupun komunitas, harus mempergunakan media-media komunikasi
baru sebagai media dakwah. Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo sebagai
salah satu organisasi dakwah di Nusantara, ikut andil dalam rangka eksistensi
dan dinamisasi dakwah Islam zaman kekinian. Melalui beragam kebijakan-kebijakan
pesantren dalam semua aspek. Setidaknya, sebagai lembaga dakwah, pesantren
selalu memberikan pesan dakwah ‘amar ma’ruf nahi munkar’ kepada para santri,
alumni serta masyarakat sekitar. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi
modern dengan aplikasi media sosial instagram sebagai tren media dakwah.
Ø Media Cetak
Kurang
dari satu dekade setelah reformasi, peta media massa di Indonesia telah berubah
secara drastis. Media cetak yang kuat berkembang dan menjadi induk dari
lahirnya grup media cetak. Sementara itu, media elektronika berkembang lebih
cepat lagi dan menjadi industri yang menggiurkan bagi para pemilik modal karena
melimpahnya iklan yang masuk ke media elektornika, khususnya media televisi
yang dimiliki oleh perusahaan.
Media
cetak merupakan juga salah satu media yang dapat digunakan untuk berdakwah,
karena media cetak juga sekarang juga sudah banyak jenisnya[15].
Seperti majalah, tabloid, koan, dan lain sebagainya. Dan disini kami mengambil
contoh majalah, karena majalah merupakan media yang sangat sering dijangkau
oleh masyarakat.
Klasifikasi majalah dibagi ke dalam lima
kategori utama, yakni:
1) General consumer magazine (majalah
konsumen umum).
2) Business publication (majalah bisnis)
3) Literacy reviews and academic journal
(kritik sastra dan majalah ilmiah), yaitu terbitan berkala yang berisi
kajian-kajian ilmiah yang spesifik dan dalam bidang tertentu.
4) Newsletter (majalah khusus terbitan
berkala).
Jenis
majalah yang akan disebarkan ditentukan sesuai dengan sasaran khalini ayak umum
yang akan dituju. Artinya, redaksi sudah mengerti siapa yang akan menjadi
pembacanya. Majalah merupakan media yang paling mudah dimengerti oleh
masyarakat umum. Dan bukan itu saja, majalah juga mempunyai daya tarik
terendiri, entah itu dari cover, tampilan, ataupun isi dalam majalah tersebut.
Dan untuk saat ini sudah banyak majalah yang memuat dakwah didalamnya, dengan
menulis ajaran dakwah didalam sebuah majalah juga tidak terlepas dari visi
ataupun tujuan dari redaksi. Dan dengan majalah Islam dapat dikaji dengan
pendekatan apapun, dan dapat dipandang dari perspektif manapun, dan sebelum menulis dakwah dalam majalah, para penulis
harus mempelajari Islam dengan mendalam terlebih dahulu, agar tidak banyak melakukan
kesalahan saat menulis.
1.
Surat Kabar
Surat
kabar mempunyai pengaruh yang sangat kuat kepada pembaca. Hal ini dapat
disimpulkan dengan beberapa teori antaranya: pertama, teori peluru ajaib (magic
bullet theory), yaitu di kategorikan khalayak sebagai sosok yang tidak berdaya
dengan ditembaki oleh peluru surat kabar, bisa menggerakkan perilaku khalayak
sesuai arah yang dikehndaki. Kedua, teori jarum suntik (hypodermic belt
theory), yaitu diibaratkan dengan seorang pasien yang diberi serum melalui
jarum kecil kedalam tubuhnya, maka dengan kehalusan dan ketajaman jarum suntik
itu bisa membuat pasien tersebut tidak berdaya. Dan terakhir, teori lilitan
tali pinggang (transmission belt theory). Yaitu pesan-pesan yang terkandung
dapat menarik kesadaran melalui cara-cara yang sangat halus.
Surat
kabar juga bisa dikatakan sebagai media dakwah kategori cetak atau juga bisa
dikatakan sebagai media multimedia yang mmanfaatkan kerajinan tangannya. Sama
halnya dengan dakwah melalui lukisan. Misalnya, kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an
atau Hadist-hadist Nabi.
Jika
dilihat dari dakwah yang diterapkan oleh KH. Zaini Mun’in yang memang dari
sejak kecil beliau sudah menjadi seorang muballigh. Karena menurutnya
menyampaikan agama (islam) suatu amanat dari agama itu sendiri dan fitrah
kepada manusia untuk mengembangkannya dan mengabdikan dirinya untuk agama.
Metode
yang diterapkan KH. Zaini Mun’in adalah dakwah bilisanil hal dan dakwah
bilisanil maqal. Dakwah bilisanil hal ini, beliau terapkan dengan media
dakwahnya menggunakan “filsafat alam” yaitu besama-sama masyarakat dalam
meningkatkan kesejahteraan. Dan dengan memanfaatkan potensi tanah yang ada.
Baru setelah perekonomian masyarakat membaik, beliau menggunakan metode dakwah
bilisanil maqolnya.
Pementasan
wayang juga bisa dijadikan sebagai media dakwah. Dalang sebagai seorang juru
dakwahnya. Karena dalam pementasannya seorang dalang menyampaikan pesan-pesan
agamis. Kenapa dikatakan pementasan wayang juga sebagai media dakwah?, karena
pada masa walisongo, Sunan kalijaga, menggunakan media wayang sebagai kegiatan
dakwahnya. Dan kegiatan tersebut membuahkan hasil. Pementasan wayang ini masih
sering di aplikasikan di pulau Jawa dan Bali. Karena menurutnya wayang ini
masih merupakan seni tradisional di Indonesia.
Ø Media Tradisional
Dalam
dakwah menggunakan media tradisional telah banyak digunakan oleh wali wali
Allah yang ada di pulai Jawa seperti contohnya Walisongo[16].
Pada zaman dahulu para walisongo menggunakan media yang sangat tradisional
dalam menyebarkan agama islam di masyarakat pulau Jawa. Meereka menggunakan
media tradisional yang menarik dan mudah, sehingga para masyarakat sangat mudah
terpengaruhi.
Seperti
contohnya, Sunan Ampel, dalam perjalanan dakwah beliau, beliau menggunakan cara
yang cukup unik untuk berdakah kepada masyarakat yaitu, beliau membuat
kerajinan berbentuk kipas yang terbuat dari akar tumbuh-tumbuhan tertentu dan
anyaman rotan. Kipas – kipas itu dibagi-bagikan kepada penduduk setempat secara
gratis. Para penduduk hanya cukup menukarnya dengan kalimah syahadat. Penduduk
setempat mnerimanya dengan senang hati, karena kipas tersebut bukan kipas
biasa, karena kipas itu bisa menyembuhkan beberapa penyakit yang diderita oleh
penduduk setempat. Dan pada saat itulah banyak penduduk setempat yang datang
kepada Raden Rahmat (Sunan Ampel). Pada saat demikianlah ia memperkenalkan
keindahan aganma islam sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
C.Pemilihan Media
Dakwah
Walaupun
media dakwah buka pemeran utama yang untuk kegiatan dakwah, akan tetapi media
ikut memberikan andil besar dalam lancarnya jalan dakwah. Pesan dakwah yang
penting perlu diketahui oleh semua lapisan masyarakat. Dan pastinya memerlukan
media radio, koran, ataupun TV, dan lain sebagainya.
Harus
pula ditekankan dalam konteks ini bahwa era globalisasi saat ini sangat mudah
bagi seseorang untuk mengakses sebuah informasi, serta pangsa pasar bagi
berbagai macam sumber informasi. Pada saat ini informasi akan menghadirkan
berbagai pilihan bagi para penggunanya, mulai dari yang negatif atau merusak
moral hingga ke yang positif dan mendidik. Derasnya arus informasi saat ini
sudah tidak bisa disensor lagi, dan yang hanya bisa berhak mensensor tidak lain
adalah pengguna itu sendiri.
Unsur
dakwah yang paling berpengaruh atas keberhasilan media dakwah adalah pendakwah
itu sendiri. Ia harus memiliki ciri khas tersendiri agar mudah diingat oleh
orang. Hampir semua media dakwah bergantung pada kemampuan pendakwah, baik
secara individu ataupun kolektif. Serta
pendakwah juga harus dibarengi dengan ia memiliki seni untuk memainkan media
dakwah tersebut dengan semenarik mungkin.
BAB II
PENUTUP
A.Kesimpulan
Media
dakwah sangat penting untuk melancarkan
jalannya sebuah dakwah, tetapi hal yang paling utama dalam penyampaian dakwah adalah
pendakwah itu sendiri. Dan seorang pendakwah harus memilih media paling efektif, agar
proses dakwah bisa berjalan sesuai yanng
diinginkan.
Dan
dalam media dakwah banyak sekali jenisnya diantaranya media dakwah visual,
audio visual, cetak ataupun media tradisional. Banyak sekali jalan untuk
lancarnya media dakwah.
DAFTAR PUSTAKA
Ali
Aziz, Moh. Ilmu Dakwah, Jakarta:
Kencana, 2004.
Amin, Samsul Munir. Ilmu Dakwah, Jakarta: Amzah, 2009.
Aminuddin. 2016. “media Dakwah” dalam Jurnal Al-Munzir
vol.9.
Amrozi, Yusuf. Dakwah Media dan Teknologi, Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya, 2014.
An – Nabiry, Fathul Bahri. Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para
Da’i, Jakarta: Amzah, 2008.
AR, MB Rahimsyah. Kisah Walisongo (Penyebar Agama Islam di
Tanah Jawa), Surabaya: Cipta Karya, 2011
Bisri, Hasan dan WD. Filsafat Dakwah, Surabaya: Dakwah
Digital Press, 2010.
Djamal, Hidajanti dan Andi
Fachruddin. Dasar – Dasar Penyiaran
Sejarah, Organisasi, Operasional, dan Regulasi. Jakarta: Kencana. 2011.
Farihah, Irzum. 2013. “Media Pop” dalam AT-TABSYIR, Jurnal
Komunikasi Penyiaran Islam Volume 1 (h 40).
Hamidi. Teori Komunikasi dan Strategi Dakwah, Malang: UMM Press, 2010.
Mulyanto, Agus. 2006. “E-Dakwah Sebagai Alternatif Media Dakwah”
dalam Jurnal Kaunia, vol.11.
Munir, Muhammad dan Wahyu Ilahi. Manajemen Dakwah, Jakarta: Kencana,
2006.
Romadlany, Zakiyah dan Farhan.
2019. “Penggunaan Instagram Sebagai Trend
Media Dakwah Masa Kini Studi Akun Instagrm Pondok Pesantren Nurul Jadid”.
Thoifah. I’anatut. Manajemen Dakwah Sejarah dan Konsep,
Malang: Madani Press, 2015.
Tim penyusun. Pengantar Studi Islam.
Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press. 2013.
[5] Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah,
(Jakarta:Amzah, 2009)
[6] Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah,
(Jakarta:Amzah, 2009)
[7] Hamidi, Teori Komunikasi dan
Strategi Dakwah, (Malang: UMM Press, 2010)
[11] Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah,
(Jakarta:Amzah, 2009)
[12]Agus
Mulyanto, E-Dakwah Sebagai Alternatif Media
Dakwah dalam Jurnal Kaunia, vol.11.
[14] Zakiyah Romadlany dan Farhan, Penggunaan
Instagram Sebagai Trend Media Dakwah Masa Kini Studi Akun Instagrm Pondok Pesantren
Nurul Jadid.
[16] MB Rahimsyah AR, Kisah Walisongo (Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa), (Surabaya:
Cipta Karya, 2011)

Makalahnya bagus dan bermanfaat tetapi penulisannya kurang rapi, terima kasih
BalasHapusMakalanya bagus dan bermanfaat
BalasHapusmakalahnya bagus, bermanfaat dan berguna untuk pembacanya..
BalasHapusMakalahnya keren,,,,,nambah wawasan banget dan bermanfaat.Tetep semangat n keep up the good work ya.....
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusMakalah ini sangat berguna untuk saya. Bagus sekali untuk pengetahuan saya
bagus pol nambah wawasan bgt. cuma agak kurang rapi heheh. semangatt
BalasHapusGak ngerti lo awalnya kayak gini,semangat jangan ngeluh kalo buat makalah
BalasHapusTerimakasih sudah membuat makalah ini,karena sangat bermanfaat untuk saya,dan juga menambah wawasan
BalasHapusmaterinya sudah jelas mungkin ada beberapa penulisan yang sedikit harus diperbaiki
BalasHapusMakalahnya bagus sekali, isinya bermanfaat, bisa dibuat untuk referensi perlu diperbaiki dalam ketelitian sebelum menguploud ke dalam blog karena margin dalam blog tentu berbeda
BalasHapusSaya terbantu sekali dengan makalah ini,karena di mata kuliah saya terlalu bertele tele setelah membaca makalah ini saya menjadi mengerti
BalasHapusMakalah ini sangat bermanfaat dan kita dapat mengetahui bahwa media dakwah sangat berpengaruh dalam berdakwah.
BalasHapusSangat membantu pengetahuan bagi semua orang yang membaca, materinya juga bagus
BalasHapusterima kasih
Bagus,materi yang di sediakan cukup lengkap,mungkin sedikit lebih diperjelas pada bagian bagian inti materinya
BalasHapusMaterinya sudah sangat bagus dan rinci, semoga bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusmateri yang disampaikan sangat bermanfaat bagi saya dan semoga bermanfaat bagi semua orang yang membacanya
BalasHapusMakalahnya bermanfaat, bisa dibaca untuk orang awam seperti saya, terimakasih.. tetap semangat
BalasHapusBlog ini berisi makalah yang bermanfaat, dan dapat menambah wawasan saya tentang dakwah
BalasHapusBagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin
BalasHapusAlhamdulillah bisa menambah wawasan dari makalah ini, materinya bagus, tetap semangat menginspirasi dan menambah wawasan yaa
BalasHapusmeterinya sangat bagus , setelah membaca makalah ini wawasan saya semakin bermanfaat , semoga kedepannya selalu membawa manfaat bagi semua orang
BalasHapusMakalahnya sudah bagus, saran saya lebih ditambahi lagi detail penjelasannya.
BalasHapusKeep inspiring, makalahnya udah baguss tinggal revisi dibeberapa bagian, over all baguss sihh
BalasHapusBagus semoga dapat mmebri wawsan terhdap para pembcanya
BalasHapusGood Article, jangan puas diri dulu, lebih dikembangkan lagi dan terus belajar;)))
BalasHapusAlhamdulillah materinya sudah cukup jelas dan juga penjelasannya sesuai dan menggunakan bahasa yang baik. Semoga bisa menjadi salah satu referensi. Semangat
BalasHapusSo far so good
BalasHapusUntuk kegunaannya sendiri dalam hal menambah wawasan sudah sangat baik
Tapi untuk menarik minat masih kurang,
Ada baiknya tampilannya dipercantik
Dan tulisannya dirapikan juga diringkas
♥♥♥♥ 4/5
Menurut saya makalahnya sudah baik,dan jelas,semoga bisa menjadi sumber referensi bagi semua orang
BalasHapusGreat post! Makalah ini bermanfaat bagi saya, saya bisa mengetahui macam-macam media dakwah. Syukron.
BalasHapusMakalah nya bagus dan penjelasannya jelas menurut saya, terus bermanfaat . Semangatt bertugass:)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPenyampaian nya bagus dan kompleks, tetapi banyak kata2 yang kurang dan cenderung pemborosan kata, terus berdakwah dan berkarya
BalasHapusAlhamdulillah atas makalah tersebut saya bisa mengetahui media dakwah dan semoga bermanfaat.
BalasHapusMakalanya sangat bagus, semoga dengan makala ini dapat berguna bagi semua orang. Sukses selalu ya:)
BalasHapusMakalah nya bagus dan penjelasan nya jelas, dan membantu saya mengetahui tentang media dakwah, semoga bermanfaat dan berguna bagi semua orang
BalasHapusbagus makalahnya. memberi infirmasi untuk berdakwah pada era sekarang ,media mana yang paling cocok untuk kita gunakan agar dakwah kita maksimal.
BalasHapusmakalah nya sangat membantu.. semoga bermanfaat bagi pelajar2 yang membutuhkan... sukses terus..
BalasHapusBagus makalahnya, pembahasan yg berisi tentang dakwah yang sangat bemanfaat di era saat ini.
BalasHapusMakalahnya sangat bermanfaat, menambah wawasan tentang dakwah.saran untuk tatanan penulisan diperbaiki
BalasHapusBaguss materinyaa lengkap, dan cukup membantu dalam materi tentang dakwah dan menambah pengetahuan dari yang lainnya
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat membantu, kata-katanya yang singkat padat dan tidak berbelit-belit memudahkan pembaca untuk memahami isinya
BalasHapusMaterinya cukup lengkap, semoga dapat meningkatkan kualitas dalam menulis dan semoga bermanfaat
BalasHapusMaterinya cukup lengkap, semoga dapat meningkatkan kualitas dalam menulis dan semoga bermanfaat
BalasHapusMateri yang dicantumkan sangat bagus, namun ada beberapa koreksi tanda baca yang harus dibenahi
BalasHapusDitambah semangat e sil
BalasHapusalhamdulilah materinya sangat membantu,semoga bisa bermanfaat bagi semua dan terima kasih atas dibuatnya makalah ini
BalasHapusKeep going girl... Makalahnya bagus untuk pemula.. dan materi yang disampaikan cukup mudah untuk dipahami.. semangat belajar lagii 😁
BalasHapusLuar biasa makalahnya sangat bermanfaat menjadikan saya lebih faham materinya
BalasHapusMateri yang disampaikan sangat baik. Dan dapat menambah wawasan tentang media dakwah. Dan nantinya bisa menjadi referensi.
BalasHapusMakalahnya bagus, cocok untuk referensi. Bisa menambah wawasan juga. Semangat dan sukses selalu:)
BalasHapusMakalahnya bagus dan sangat membantu, semoga bisa bermanfaat untuk banyak org dan ada beberapa yg perlu di perbaiki, semangat:)
BalasHapusBagus pemilihan bahasa yang digunakan sebagai wawasan menambah ilmu yang bermanfaat:)
BalasHapusmateri yang disampaikan sudah sangat jelas, dan alhamdulillah dapat menambah wawasan.
BalasHapus